Kamis, 17 Mei 2018

Hal-Hal yang Bisa Membatalkan Puasa

Hal-hal yang membatalkan puasa terkadang meamng masih jadi perdebatan atau menyisakan tanda tanya. Mulai dari soal menangis, marah, menelan ludah atau dahak, hingga mencicipi makanan. Daripada Anda ikut bertanya-tanya, berikut penjelasan mengenai hal-hal yang bisa membatalkan puasa.

menangis membatalkan puasa? Kecuali Anda sengaja menangis dan menelan air matanya, menangis tidak membatalkan puasa, kok. 
berkumur saat wudu membatalkan puasa? Berkumur tidak membatalkan puasa dan tetap harus dilakukan dalam wudu karena merupakan kewajiban dalam wudu, baik bagi orang yang berpuasa ataupun yang lainnya. 
merokok membatalkan puasa? Merokok membatalkan puasa karena memasukkan suatu benda ke dalam salah satu lubang dalam tubuh hingga lambung dengan sengaja dan menimbulkan kenikmatan.
muntah membatalkan puasa? Jika seseorang muntah dengan sengaja maka batallah puasanya. Tapi jika tidak, maka tidak batal.
menelan dahak atau ludah membatalkan puasa? Pada dasarnya tidak membatalkan namun ketika sudah sampai mulut, sebaiknya dibuang baik sedang puasa ataupun tidak. 
mencicipi masakan membatalkan puasa? Diperbolehkan bagi orang yang berpuasa untuk mencicipi makanan jika dibutuhkan. Caranya dengan meletakkan diujung lidah, dirasakan, lalu dikeluarkan/diludahkan, dan tidak ditelan sedikitpun.

hal-hal yang membatalkan puasa? Setidaknya ada 7 hal yang dapat membatalkan puasa, yaitu:

  1. Makan dan minum secara berkesinambungan dengan segaja
  2. Berhubungan seksual
  3. Keluar air mani dengan sengaja karena bersentuhan
  4. Perempuan yang mengalami haid atau nifas
  5. Muntah karena disengaja
  6. Gila atau hilang akal
  7. Keluar dari Islam
Asupan Makanan yang Perlu Dihindari
Gorengan
Gorengan menjadi makanan yang cepat dan praktis untuk dibuat. Namun sebaiknya hindari gorengan untuk menu sahur. Proses pencernaan gorengan perlu waktu dan energi yang besar, sehingga belum sampai berbuka tubuh akan terasa lemas. Selain itu, gorengan membuat Anda merasa haus dan perut kembung.


Makanan yang terlalu manis
Makanan yang mengandung gula adalah makanan yang tinggi kalori dan rendah nutrisi. Tak masalah mengonsumsi jenis-jenis makanan ini. Namun perlu dihindari makanan yang terlalu manis atau mengandung gula berlebih. Konsumsi makanan yang terlalu manis saat sahur hnaya akan membuat Anda cepat haus dan perut terasa kembung.

Makanan yang terlalu asin dan terlalu pedas
Mengonsumsi makanan yang terlalu asin dan pedas saat sahur membuat tubuh mengalami ketidakseimbangan kadar sodium. Hal ini membuat Anda merasa lebih haus sepanjang hari
.

Kafein
Kebiasaan meminum kopi saat pagi mungkin sebaiknya direm selama masa puasa. Terlalu banyak konsumsi kafein saat sahur membuat tubuh dehidrasi dan lesu. Sebaiknya, hindari minum kopi atau minuman bersoda saat sahur.
Menu Makanan yang Dianjurkan Saat Sahur

Puasa adalah ibadah dimana umat muslim dipantangkan dari makan dan minum serta perbuatan buruk lain yang dapat membatalkan puasa, seperti bergunjing, fitnah, berzinah dan lain sebagainya. Menjaga makan dan minum ini dimulai sejak matahari terbit hingga terbenamnya diwaktu senja.
karena itu wajar jika anda yang saat ini menjalani ibadah puasa seringkali merasakan kelaparan. maka, kali ini, ada beberapa menu makanan yang dianjurkan dikonsumsi saat waktu sahur, untuk membuat anda selalu segar selama puasa.
1.    Oatmeal
Oatmeal adalah  makanan yang biasanya dikonsumsi sebagai menu sarapan pagi. Begitupun saat berpuasa, menu ini amat dianjurkan dikonsumsi sewaktu sahur. Sebab oatmeal mengandung serat yang tinggi yang dapat mengenyangkan dalam waktu yang lebih lama.
2.    Apel
Selain kaya akan kandungan vitamin C yang berfungsi mencegah anda dari gangguan mulut seperti sariawan, buah apel juga dipenuhi dengan kandungan serat dan air didalamnya. Sehingga mengkonsumsi buah ini sewaktu sahur akan membuat anda merasa kenyang lebih lama.
3.    Cokelat Hitam
Menghadirkan coklat hitam untuk disajikan sebagai menu penutup diwaktu sahur adalah hal yang tidak ada salahnya anda lakukan. Sebab selain cokelat mampu membuat anda merasa kenyang lebih lama, mengkonsumsi coklat hitam terbukti dapat mengurangi tekanan darah serta melindugi kesehatan otak dan jantung.
4.    Telur
Konsumsi protein sehat saat makan sahur dapat membuat tubuh menjadi lebih bertenaga dan tidak mudah lesu. Salah satu sumbermakanan yang kaya akan kandungan proteinnya adalah telur. Hadirkan telur saat menyantap makan sahur. Namun, ada baiknya, hindarkan mengolahnya dengan cara digoreng. Dikukus dan direbus adalah cara mengolah yang lebih baik untuk kesehatan anda, sebab lemak berlebih dapat memicu kantuk, terutama saat berpuasa.
5.    Air Putih
Minum air putih dan konsumsi jus tanpa gula amat dianjurkan saat sahur. Sementara konsumsi kopi dan teh manis malah membuat tubuh mengalami kekurangan cairan, karena sifatnya yang diuretik atau merangsang terus buang air kecil.
6.    Sup
Sup adalah menu yang paling dianjurkan saat waktu sahur, karena kandungan protein dan sayuran didalamnya. Selain itu, mengkonsumsi sup saat sahur dapat membuat perut anda tetap terasa penuh.
nah, itulah bebarapa makanan yang dianjurkan untuk bersantap sahur, dengan itu kita bisa beribadah dengan khusyu dan semoga ibadah puasa kita di terima Allah... aminn

Kamis, 10 Mei 2018

Hadits Palsu Seputar Ramadhan

Berkaitan dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, akan kami sampaikan beberapa hadits lemah dan palsu mengenai puasa yang banyak tersebar di masyarakat. Untuk memudahkan pembaca, kami tidak menjelaskan sisi kelemahan hadits, namun hanya akan menyebutkan kesimpulan para pakar hadits yang menelitinya. Pembaca yang ingin menelusuri sisi kelemahan hadits, dapat merujuk pada kitab para ulama yang bersangkutan.
Hadits 1
صوموا تصحوا
“Berpuasalah, kalian akan sehat.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di Ath Thibbun Nabawi sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidz Al Iraqi di Takhrijul Ihya (3/108), oleh Ath Thabrani di Al Ausath (2/225), oleh Ibnu ‘Adi dalam Al Kamil Fid Dhu’afa (3/227).
Hadits ini dhaif (lemah), sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidz Al Iraqi di Takhrijul Ihya (3/108), juga Al Albani di Silsilah Adh Dha’ifah (253). Bahkan Ash Shaghani agak berlebihan mengatakan hadits ini maudhu (palsu) dalam Maudhu’at Ash Shaghani (51).
Keterangan: jika memang terdapat penelitian ilmiah dari para ahli medis bahwa puasa itu dapat menyehatkan tubuh, makna dari hadits dhaif ini benar, namun tetap tidak boleh dianggap sebagai sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam.

Hadits 2
نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ ، وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ
“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, do’anya dikabulkan, dan amalannya pun akan dilipatgandakan pahalanya.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi di Syu’abul Iman (3/1437).
Hadits ini dhaif, sebagaimana dikatakan Al Hafidz Al Iraqi dalam Takhrijul Ihya (1/310). Al Albani juga mendhaifkan hadits ini dalam Silsilah Adh Dha’ifah (4696).
Terdapat juga riwayat yang lain:
الصائم في عبادة و إن كان راقدا على فراشه
“Orang yang berpuasa itu senantiasa dalam ibadah meskipun sedang tidur di atas ranjangnya.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Tammam (18/172). Hadits ini juga dhaif, sebagaimana dikatakan oleh Al Albani di Silsilah Adh Dhaifah (653).
Yang benar, tidur adalah perkara mubah (boleh) dan bukan ritual ibadah. Maka, sebagaimana perkara mubah yang lain, tidur dapat bernilai ibadah jika diniatkan sebagai sarana penunjang ibadah. Misalnya, seseorang tidur karena khawatir tergoda untuk berbuka sebelum waktunya, atau tidur untuk mengistirahatkan tubuh agar kuat dalam beribadah.
Sebaliknya, tidak setiap tidur orang berpuasa itu bernilai ibadah. Sebagai contoh, tidur karena malas, atau tidur karena kekenyangan setelah sahur. Keduanya, tentu tidak bernilai ibadah, bahkan bisa dinilai sebagai tidur yang tercela. Maka, hendaknya seseorang menjadikan bulan ramadhan sebagai kesempatan baik untuk memperbanyak amal kebaikan, bukan bermalas-malasan.

Hadits 3
رجعنا من الجهاد الأصغر إلى الجهاد الأكبر . قالوا : وما الجهاد الأكبر ؟ قال : جهاد القلب
“Kita telah kembali dari jihad yang kecil menuju jihad yang besar.” Para sahabat bertanya: “Apakah jihad yang besar itu?” Beliau bersabda: “Jihadnya hati melawan hawa nafsu.”
Menurut Al Hafidz Al Iraqi dalam Takhrijul Ihya (2/6) hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Az Zuhd. Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Takhrijul Kasyaf (4/114) juga mengatakan hadits ini diriwayatkan oleh An Nasa’i dalam Al Kuna.
Hadits ini adalah hadits palsu. Sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam di Majmu Fatawa (11/197), juga oleh Al Mulla Ali Al Qari dalam Al Asrar Al Marfu’ah (211). Al Albani dalam Silsilah Adh Dhaifah (2460) mengatakan hadits ini Munkar.
Hadits ini sering dibawakan para khatib dan dikaitkan dengan Ramadhan, yaitu untuk mengatakan bahwa jihad melawan hawa nafsu di bulan Ramadhan lebih utama dari jihad berperang di jalan Allah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Hadits ini tidak ada asalnya. Tidak ada seorang pun ulama hadits yang berangapan seperti ini, baik dari perkataan maupun perbuatan Nabi. Selain itu jihad melawan orang kafir adalah amal yang paling mulia. Bahkan jihad yang tidak wajib pun merupakan amalan sunnah yang paling dianjurkan.” (Majmu’ Fatawa, 11/197). Artinya, makna dari hadits palsu ini pun tidak benar karena jihad berperang di jalan Allah adalah amalan yang paling mulia. Selain itu, orang yang terjun berperang di jalan Allah tentunya telah berhasil mengalahkan hawa nafsunya untuk meninggalkan dunia dan orang-orang yang ia sayangi.

Hadits 4
خمس تفطر الصائم ، وتنقض الوضوء : الكذب ، والغيبة ، والنميمة ، والنظر بالشهوة ، واليمين الفاجرة
“Lima hal yang membatalkan puasa dan membatalkan wudhu: berbohong, ghibah, namimah, melihat lawan jenis dengan syahwat, dan bersumpah palsu.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Al Jauraqani di Al Abathil (1/351), oleh Ibnul Jauzi di Al Maudhu’at (1131)
Hadits ini adalah hadits palsu, sebagaimana dijelaskan Ibnul Jauzi di Al Maudhu’at (1131), Al Albani dalam Silsilah Adh Dhaifah (1708).
Yang benar, lima hal tersebut bukanlah pembatal puasa, namun pembatal pahala puasa. Sebagaimana hadits:
من لم يدع قول الزور والعمل به والجهل ، فليس لله حاجة أن يدع طعامه وشرابه
“Orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, serta mengganggu orang lain, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya.” (HR. Bukhari, no.6057)
Demikian, semoga Allah memberi kita taufiq untuk senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam yang sahih. Mudah-mudahan Allah melimpahkan rahmat dan ampunannya kepada kita di bulan mulia ini. Semoga amal-ibadah di bulan suci ini kita berbuah pahala di sisi Rabbuna Jalla Sya’nuhu.
وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم